MUSI RAWAS–PT Daya Agro Lestari (DAL) salah satu investor bidang perkebunan sawit akan membuka lahan seluas 9.300 hektare di lima desa. Lokasinya berada di Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Selain membuka lahan perkebunan sawit baru, kami juga akan mendirikan pabrik pengolahan sawit di lima desa dalam Kecamatan Muara Lakitan,” kata Manager Perencanaan PT DAL, Faisal Wahyu saat melakukan paparan Kerangka Acuan Analisa Dampak Lingkungan (KA. Andal) di Auditotirum Pemkab Mura, Kamis (4/3).

Dikatakan Faisal, dari izin lahan yang diperoleh perusahaan tersebut seluas 9.300 hektare dengan lokasi di Desa Sungai Pinang. Selain itu pihaknya akan membangun perusahaan pengolahan buah sawit dengan kapasitas produksi 30 ton per jam.
Pada pelaksanaannya PT DAL akan menerapkan pola kemitraan 80 persen untuk perusahaan dan 20 persen untuk masyarakat. Sistem pengelolaan 100 persen dilakukan PT DAL.

“Lokasi perkebunan itu berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sub-das Musi, yang saat ini dalam proses pembebasan lahan. Serta pengurusan izin usaha dari Pemkab Mura. Dengan izin arahan operasional berdasarkan surat keputusan Gubernur Sumsel No.593/998/I/2008, tanggal 29 September 2008. Kemudian berdasarkan SK Bupati Mura No.82/KPTS/BPM-PTP/2009, tanggal 27 Oktober 2009, tentang Pemberian Izin Lokasi untuk Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit PT DAL,” papar Faisal.

Untuk mendukung terlaksananya rencana investasi di daerah itu, sambung dia, PT DAL bakal menerapkan prinsip usaha berdasarkan 3P yaitu Provit, People, dan Planet. Artinya, pengertian kemampuan usaha dan permodalan, keterlibatan masyarakat sekitar lokasi usaha perkebunan, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Raidusyahri dalam kesempatan menyambut baik niat dari perusahaan melakukan investasi di Kabupaten Mura. “Saya mengingatkan kalangan investor akan menanamkan usahanya di daerah ini wajib memenuhi persyaratan sudah ditentukan, diantaranya harus memiliki Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal),” harap Raidusyahri.

Ia menambahkan, pihak perusahaan diwajibkan untuk menjaga infrastruktur milik pemerintah sehingga jalan operasional perusahaan harus mempunyai jalan sendiri. Serta melibatkan masyarakat sekitar lokasi usaha, dan yang terpenting komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan.(11)

* Diduga Belum Menerima Bantuan
MUSI RAWAS–Masyarakat Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura), meminta kepada Pemkab Mura agar memberikan bantuan beras pasca banjir. Pasalnya, hingga kemarin (4/3), diperkirakan warga yang menjadi korban banjir belum menerima bantuan baik dari Pemkab Mura maupun posko bantuan.

Mendapatkan laporan warga disampaikan secara tertulis tersebut, Pemkab Mura melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berinisiatif mengirimkan bantuan beras dalam waktu dekat ini. Beras yang siap diantarkan ke Desa Pelawe sebanyak 80 sak atau 1 ton 6 pikul beras.

Kabag Kesra Setda Mura, H Syahidin kepada wartawan membenarkan bahwa pihaknya akan mengirimkan bantuan beras sebanyak 80 sak ke Desa Pelawe. “Kami sudah menerima surat usulan dari warga Pelawe agar dibantu beras, karena mereka memang membutuhkan. Dan dalam waktu dekat ini, kami akan mengirimkan bantuan beras tersebut langsung ke Desa Pelawe,” kata Syahidin, kemarin.

Ia menyatakan bahwa Pemkab tetap memerhatikan keadaan masyarakat yang terkena musibah banjir, dan sudah menyalurkan sejumlah bantuan baik itu makanan dan lain-lain. Khusus untuk warga Pelawe, sambung dia, sebelumnya sudah dikunjungi Sekda, H Senen Singadilaga dengan turun ke lokasi bencana pada hari kedua banjir.

Setelah Sekda turun maka masyarakat yang tinggal di daerah terkena banjir mengajukan usulan agar dikirimi beras bantuan. “Kami merespon usulan masyarakat tersebut,” tambah Syahidin menyebutkan, sejumlah bantuan dikumpulkan pihaknya dalam beberapa hari ini siap disalurkan kembali untuk membantu korban banjir. Kini pihaknya sedang mengajukan permintaan kepada bupati guna merealisasikan pemberian bantuan tersebut.

Terpisah, Asisten III, H Sulaiman Kohar saat diminta tanggapannya tentang persediaan obat-obatan untuk korban banjir menyebutkan stok obat cukup. “Stok obat tak ada masalah karena kami sudah melakukan koordinasi dengan Puskesmas hingga Polindes agar menyediakan obat-obatan dibutuhkan masyarakat terkena penyakit pasca banjir,” kata Sulaiman Kohar, kemarin.
Ia menyatakan penyakit dialami warga pasca banjir berupa gatal-gatal hingga diare dan flu, tetapi tim medis di kecamatan sudah membantu mengobati penyakit dialami masyarakat.(06)

* Terkendala Aliran Listrik
MUARA BELITI–Pelayanan PDAM Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), kepada pelanggan hingga kini belum optimal. Penyebabnya tak lain belum adanya aliran listrik terpasang di pusat pengolahan instalasi air bersih tersebut.

“Hingga sekarang operasional PDAM Muara Beliti masih mengandalkan genset, dimana dalam setiap hari menghabiskan 180 liter solar. Karena terbatas dana operasional PDAM Muara Beliti maka tidak bisa hidup setiap hari melainkan sehari hidup sehari mati,” kata staf PDAM Muara Beliti, Subandi kepada koran ini, Kamis (4/3).
Subandi menyatakan bahwa saat ini pelanggan ada di daerah tersebut baru 220 pelanggan. Dimana sebagian besar merupakan warga yang tinggal di Kelurahan Pasar Muara Beliti, dan kompleks perkantoran Agropolitan Centre.

Selain itu PDAM yang dibangun pada 2009 juga diandalkan untuk menyuplai kebutuhan air bersih pada pelaksanaan MTQ Provinsi Sumatera Selatan XXIV akan berlangsung April 2010 mendatang.

Masih kata Subandi, PDAM Muara Beliti memanfaatkan sumber air dari sungai Beliti dan Kelingi, juga hanya beroperasi pada pagi hari. Saat ini memiliki kapasitas debit air mencapai 60 liter per detik. Dimana per jam operasional membutuhkan pasokan listrik 36.000 Watt jika menggunakan genset membutuhkan 60 liter solar per jam.

“Selain menyuplai kebutuhan air untuk masyarakar, PDAM melakukan penampungan (Grood) yang ada di Dusun Baru menjadi lokasi ibukota Kabupaten Mura sebesar 1.000 kubik setiap 2 hari. Suplai ini menggunakan pompa 60 yang memiliki kekuatan 252 kubik per jam,” papar Subandi sambil menyebutkan, untuk Kelurahan Beliti menggunakan pompa 20.
Kendati saat ini instalasi listrik sudah terpasang di PDAM Muara Beliti, namun operasional pompa masih mengandalkan genset karena listrik belum menyala. Sejauh ini PDAM sudah mengajukan permintaan arus listrik kepada PT PLN Cabang Lahat, melalui PLN Ranting Muara Beliti. “Namun belum ada kejelasan kapan akan dialiri listrik,” ucapnya.

Terpisah, Nely Susyanti (35), warga Kelurahan Pasar Muara Beliti mengatakan bahwa aliran air ledeng di rumahnya sudah beberapa hari tidak mengalir. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari maka mereka memanfaatkan sumur. “Kami ingin kedepan pelayanan PDAM dapat ditingkatkan lagi sehingga pelanggan tidak merasa dikecewakan,” harap Nely, kemarin.(11)

SMS PEMBACA

HONOR
081278784851---kritik/saran Yth bpk bupati musi rawas tlg pikir kan nasib kami yang tela lama honorer di sd sampai puluan thn tks atas perhatian nya

Rombak
085269619904 : Bpti & bawasda srta tmn wrtwn sklian tlng sgra adkan perombakan d dsnkrtrns kpla dnas tdk bs d andalkn. Skrtrs smkn rakus mnguasai keg APBD brsma antek2nya.

Bantuan Banjir
081367428884 : Yth, Bpk. Bupati MURA. Kami masy. Desa Semeteh mengeluh atas bantuan banjir yg diberikan oleh kades katanya bantuan dr Golkar berupa beras bulog yg

Rombak Lagi
085267496378 : Bpti & bawasda, tlng phk lain yg trkait sgra adkan perombakan d dsnkrtrns krn kplany tdk bs d andalkn, skrtris smkn rakus mnguasai APBD 2010 brsmaa. (*)

    ARSIP BERITA